Rabu, 29 Oktober 2014

Augmanted Reality

minna san, apakah kalian tahu AR itu apa ????
nah sekarang saya akan memberi tahu apakah itu AR, Augmented Reality atau  (AR) adalah penggabungan antara objek virtual dengan objek nyata. contohnya adalah saat stasiun televisi,menyiarkan pertandingan sepak bola, terdapat objek virtual, tentang skor pertandingan yang sedang berlangsung.
 Konsep pertama AR dikenalkan oleh Morton Heilig, seorang cinematographer pada tahun 1950an. Pada saat itu Augmented Reality membutuhkan sebuah alat yang besar sebagai alat output. Alat output dapat berupa yang dipasang ditubuh kita (dikenal dengan nama HMD, Head Mounted Device), ada juga yang berupa monitor, seperti monitor TV, LCD, monitor ponsel, dll.

Alat HMD pertama kali ditemukan pada tahun 1968 oleh Ivan Sutherland dari Harvard University. Augmented reality dengan input berupa sensor GPS diperkenalkan pada tahun 2003 dari hasil penelitian Loomis, dkk pada karya ilmiahnya Personal guidance system for the visually impaired using GPS, GIS, and VR technologies, pada tahun 1994.
nah disini saya kasih gambarnya biar kali ga penasaran ya :))

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/41/Beide_Funktionsmuster_2.jpg/420px-Beide_Funktionsmuster_2.jpg
gambar diatas adalah ilustrasi 2 orang yang menggunakan alat yang dinamakan HMD , yang menggunakan konsep dari AR itu sendiri. 

 Dalam konsep AR kita juga menggunakan Arsitektur buat pembuatannya, mungkin kalian penasaran apa saja ya ?? hahah yaap, saya jelaskan di bawah ini :))

dalam AR ada yang nama'a input , kamera , prossesor dan output . 
untuk lebih jelasnya saya terangin lagi :
Input
Input dapat berupa apa saja, contoh marker, gambar 2D, gambar 3D, sensor wifi, sensor gerakan, GPS, dan sensor-sensor yang lain.
Kamera
Kamera disini sebagai perantara untuk input yang berupa gambar, baik itu marker, gambar 2D maupun 3D.
Prosessor
Prosessor dibutuhkan untuk memproses input yang masuk dan kemudian memberikannya ke tahapan output.
Output
Dapat berupa HMD, monitor, seperti monitor TV, LCD, monitor ponsel, dll

Kamis, 09 Oktober 2014

Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar serta Fungsi Bahasa sebagai Alat Komunikasi

Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar 

         Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik adalah dengan menggunakan bahasa dengan tepat pada situasi, waktu, tempat, dan kondisi. 
contoh 1 : 
      Saat di kampus : Berbicara dengan teman tidak perlu menggunakan bahasa yang formal, bertele-tele dan kaku, menggunakan bahasa formal membuat suasana keakraban sebagai teman akan memudar .
contoh : " Kamu mau kemana? " bukan dengan " Kamu hendak pergi kemana? " perbedaan dari 2 kalimat tersebut bisa sangat jelas kalian liat, menurut kalian kalimat manakah yang enak di tanyakan ke teman ? kalimat 1 atau 2 ?? 
Bicara NonFormal / bahasa sehari-hari bisa kamu terapkan ke teman, adik, sahabat mungkin kah ke Orangtua kalian ??? 

Contoh 2 : 
     Saat di kampus : Bertemu dengan Dosen kita harus menggunakan bahasa Formal, karena kita belajar dari dia, menuntut ilmu dari dia, dan kita harus dan wajib menghormati dosen yang bertemu kita, walaupun hanya bertegur sapa, kita harus tetap menjaga sopan santun kita terhadap orang yang lebih tua dari kita, bukan berarti kita tidak sopan kepada adik kelas atau pun yang lebih muda dari kita, kita juga harus menghormati orang kalau kita ingin di hormati juga.


Fungsi Bahasa sebagai alat berkomunikasi

   Bahasa adalah alat pemersatu, selain itu bahasa adalah alat komunikasi yang sangat penting, tanpa bahasa kita tidak dapat berkomunikasi, bahasa mempunyai keanekaragaman , mulai dari bahasa bangsa, bahasa international, bahasa tubuh hingga bahasa kalbu *itu mah lagu haha


   Contoh 1: Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu di negara ini, contohnya di negara ini banyak keanekaragaman bahasa, yaitu ada bahasa jawa, sumatra, kalimantan,sulawesi, maluku,papua, madura, dlll . Dengan Bahasa Indonesia kita bisa berbicara berbagi pengetahuan , berbagi budaya , sampai berbagi kerajinan tangan dengan menggunakan Bahasa Indonesia

    Contoh 2 : Bahasa Indonesia sebagai Identitas negara, misalnya kita berpergian ke negara asing, lalu di negara tersebut kita menggunakan bahasa Indonesia, pasti mereka langsung tau kalau kita ini adalah orang Indonesia. 


Kesimpulan :
     Dengan Bahasa kita bisa bertukar informasi budaya dan apapun, dan tanpa bahasa kita tidak akan mengetahui identitas orang yang kita ajak komunikasi.